Tuesday, May 19, 2009

the story of a nothing,losing your faith

I’m not much into posting sentimental writings nowadays due to lack of time, however I can’t help it today.
I just managed to stumble upon a blog, that turned out to belong to an old friend. What’s written there is breaking my heart. It’s a story of someone lost (although, thankfully, it seems to be better now). Nothing to believe in. Lack of purpose. The feeling of void in your heart, a blackhole sucking up your life force. Lost of faith in humanity. Loneliness all the way.

It reminded me of a time in my life, just a few decades ago.

I was acutely aware that I’m alone. I woke up often at the night, and staring at the wall around me. It seems like it’s going to suck me up, and make me part of it. A wall. Bland, boring, white wall.
My mantra was “I’m nothing”, whispered many times every day. It helps a bit because when you’re nothing, well, there’s nothing less than that isn’t it.
I didn’t know why I existed. I didn’t know my purpose. I hated it when I woke up in the morning. I can laugh with a small number of people that I could call friends, but when they’re gone, the void returned. My soul is being sucked from inside by the void within.

To be alive was painful. Another mantra was “Enjoy the pain”. It helps a bit. Not much though. Every minute seems like an eternity. Every second it feels like the earth will suddenly open up and swallow you to the darkness below. I didn’t speak much. Books were my escape. It brought me to another world, saved me, albeit temporarily, from my daily torture.
I was humiliated quite often. Or I’d feel ashamed myself, even though others didn’t even realize that I was there. Nobody noticed me usually. This was the life of a nothing.

Now, my mantra is still the same. I still try to avoid attention. But the mantra is now said with an understanding, with humility. I am indeed nothing, compared to so many other great people. What I can do is to strive to follow their path.
My life is now of a struggle. A struggle to become better, to not become other people’s burden whenever possible, to be useful to others.
Clearly, this is a struggle to death. But I welcome that. Even though my bones crackled everytime I put them on the bed, tired and weak. The struggle is different everyday. Sometimes I managed to get over the challenge. Sometimes I lost it. In that case, I try not to mourn, but to learn. Not always successful. But I do try. Although I’m weak. But by God, I’ll try.

I found peace in my prayers, my meditation. When I’m successful, I’m reminded that I’m nothing. Pride is probably the biggest sin there is. And believe me it’s hard even for a nothing not to be proud when in success. When I’m in trouble, I’m comforted by the kind words and the encouragement, and it gives me the strength to get back on my feet. It gives me strength to go on for the rest of the day. It reminds me of my obligations, my responsibilities.
Most importantly, it taught me to be thankful to what I have.

I have eyes. Others are engulfed in darkness. I have arms. Others have to eat with their foot. I have family who love me as I love them. Others are alone, devoid of other human beings, in this world. I can eat clean food. Others have eat from dumpsters. I can hear. Others are drowned in silence. I can feel pain. Others destroyed their body parts because they don’t realize that they’re tearing it apart. I live under a roof. Others live under the sky.
I’m sick a lot of time. But others are sick all the time. Others sucks, are a bunch of egoistical beasts, thinking about themselves all the time. I try not to. I have index finger. Do you know how hard it is to hold things without it ? I have nails. Others have theirs pulled forcefully in tortures. I’m weak. Others can only lay in bed for the rest of their life.
Sometimes I realize how much I have. Many others doesn’t have this luxury.

These are things I tend to forget. I tend to remember things that I don’t have. But when I realize the opposite, suddenly life is not so bad. It’s a hard one, filled with extreme struggles. But it’s okay. That’s life.

I hope my friend will fare well. And others as well. Just don’t give up. Life is a struggle.

Wednesday, May 13, 2009

7 Habits Of Highly Effective People & The 8th Habit


7 Habits Of Highly Effective People & The 8th Habit

--------------------------------------------------------------------------------

Tujuh kebiasaan pembangun kemenangan dijabarkan oleh Stephen R. Covey dalam bukunnya 7 Habits of Highly Effective People, merupakan esensi perwujudan dari upaya kita untuk menjadi seseorang yang seimbang, utuh, dan kuat, serta menciptakan sebuah tim yang saling melengkapi berdasarkan rasa saling menghormati. Hal ini adalah merupakan prinsip-prinsip dari karakter pribadi.


Habit 1 - Proactive

Menjadi proaktif adalah sesuatu yang lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Proaktif berarti menyadari bahwa kita bertanggung jawab terhadap pilihan-pilihan kita dan memiliki kebebasan untuk memilih berdasarkan prinsip dan nilai, dan bukan berdasarkan suasana hati atau kondisi di sekitar kita. Orang-orang yang proaktif adalah agen-agen perubahan, dan memilih untuk tidak menjadi korban, untuk tidak menjadi reaktif; mereka memilih untuk tidak menyalahkan orang lain.

Habit 2 – Start from the End

Individu, keluarga, tim dan organisasi membentuk masa depan mereka dengan terlebih dahulu menciptakan sebuah visi mental untuk segala proyek, baik besar maupun kecil, pribadi atau antarpribadi. Mereka tidak sekedar hidup dari hari ke hari tanpa tujuan yang jelas dalam pikiran mereka. Mereka mengidentifikasi diri dan memberikan komitmen terhadap prinsip, hubungan, dan tujuan yang paling berarti bagi mereka.

Habit 3 – Put First thing first

Mendahulukan yang utama berarti mengatur aktivitas dan melaksanakannya berdasarkan prioritas-prioritas yang paling penting. Apa pun situasinya, hal itu berarti menjalani kehidupan dengan didasarkan pada prinsip-prinsip yang dirasakan paling berharga, bukan oleh agenda dan kekuatan sekitar yang mendesak saja.

Habit 4 – Think Win Win

Berpikir menang-menang adalah kerangka pikiran dan hati yang berusaha mencari manfaat bersama dan saling menghormati di dalam segala jenis interaksi. Berpikir menang-menang adalah berpikir dengan dasar-dasar Mentalitas Berkelimpahan yang melihat banyak peluang, dan bukan berpikir dengan Mentalitas Berkekurangan dan persaingan yang saling mematikan. Karakter ini bukanlah berpikir secara egois (menang-kalah) atau seperti martir (kalah-menang). Karakter ini adalah berpikir dengan mengacu kepada kepentingan “kita”, bukan “aku”.


Habit 5 – Effective Communication

Effective Communication yang dimaksud adalah berkomunikasi dengan empathy; berusaha memahami dulu, baru kemudian berusaha dipahami. Jika kita mendengar dengan maksud untuk memahami orang lain, dan bukan sekedar untuk mencai celah untuk menjawab, kita bisa memulai komunikasi dan pembentukan hubungan yang sejati. Peluang-peluang untuk berbicara secara terbuka dan untuk dipahami kemudian akan datang secara lebih alamiah dan mudah. Berusaha untuk memahami memerlukan pertimbangan matang; berusaha untuk dipahami memerlukan keberanian. Efektivitas terletak pada menyeimbangkan atau menggabungkan keduanya.

Habit 6 – Synergy

Sinergi adalah alternatif ketiga – bukan cara saya, cara Anda, tetapi sebuah cara ketiga yang lebih baik daripada apa yang bisa kita capai sendiri-sendiri. Sinergi merupakan buah dari sikap menghormati, menghargai, dan bahkan merayakan adanya perbedaan di antara orang-orang. Sinergi bersangkut paut dengan upaya untuk memecahkan masalah, meraih peluang dan menyelesaikan perbedaan. Ini seperti kerja sama kreatif di mana 1 + 1 = 3, 11, 111, … atau lebih banyak lagi. Sinergi juga merupakan kunci keberhasilan dari tim atau hubungan efektif mana pun. Sebuah tim yang bersinergi adalah sebuah tim yang saling melengkapi, di mana tim itu diatur sedemikian rupa sehingga kekuatan dari para anggotanya bisa saling menutupi kelemahan-kelemahannya. Dengan cara ini kita mengoptimalkan kekuatan, bekerja dengan kekuatan tersebut, dan membuat kelemahan dari masing-masing orang menjadi tidak relevan.

Habit 7 – Sharpen the Saw

Mengasah gergaji berkenaan dengan upaya kita untuk memperbarui diri secara terus-menerus pada empat bidang dasar kehidupan: fisik, sosial/emosional, mental, dan spiritual. Ini adalah karakter yang meningkatkan kapasitas kita untuk menjalankan semua kebiasaan lain yang akan meningkatkan efektivitas kita.

Tiga kebiasaan pertama (Proactive, Start form the End, Put First thing First) akan meningkatkan rasa percaya diri secara signifikan yang berujung kepada kemenangan pribadi (Private Victory). Ketiga karakter berikutnya (Think Win-win, Effective Communication, Sinergy) akan memperbaiki dan membina kembali hubungan tim menjadi lebih solid, lebih kreatif dan mencapai kemenangan publik (Public Victory). Kebiasaan ketujuh, jika dihayati secara mendalam, akan memperbarui enam kebiasaan yang pertama dan akan membuat kita benar-benar mandiri dan mampu untuk saling tergantung secara efektif. Karakter ini memperbarui integritas dan rasa aman seseorang yang berasal dari kedalaman dirinya sendiri (Karakter 1, 2 dan 3) dan memperbarui semangat maupun karakter untuk membentuk tim yang saling melengkapi (Karakter 4, 5 dan 6).

The 8th Habit
Tahun 2005, Stephen R. Covey menambah karakter ke delapan sebagai dimensi baru dalam mewujudkan pemahaman mengenai pribadi yang utuh. Karakter kedelapan memberi pola pikir dan perangkat keahlian untuk secara terus menerus menggali potensi yang ada di dalam diri manusia melalui semua peran dalam 4 Peran Kepemimpinan :

Pertama, Panutan atau menyajikan keteladanan (individu, tim). Menjadi panutan mengilhami timbulnya kepercayaan tanpa memintanya. Jika orang hidup dengan prinsip-prinsip yang diwujudkan dalam karakter ke-8, kepercayaan, pengikat kehidupan ini, akan tumbuh dengan subur. Kepercayaan akan muncul kalau kita memang layak dipercaya. Secara singkat, mejadi panutan menghasilkan kewibawaan moral pribadi.

Kedua, Perintis. Merintis jalan menciptakan keteraturan tanpa perlu memaksakannya. Hal ini berarti bahwa jika orang mengaitkan identitas mereka dan terlibat dalam pembuata keputusan-keputusan strategis, khususnya mengenai nilai-nilai yang dipegang serta tujuan-tujuan prioritas tertinggi, mereka akan mengalami keterkaitan emosional. Manajemen dan motivasi merupakan urusan di dalam diri. Orang tidak perlu lagi diatur-atur dan dimotivasi dari luar. Merintis jalan menghasilkan kewibawaan moral visioner.

Ketiga, Penyelaras. Menyelaraskan struktur, sistem, dan proses merupakan perwujudan dari upaya untuk memupuk organisasi dan semangat kepercayaan, visi, dan pemberdayaan. Menyeleraskan menghasilkan kewibawaan moral yang dilembagakan.

Keempat, Pemberdaya. Memberdayakan adalah buah dari ketiga peran yang lain – menjadi panutan, merintis jalan, dan menyelaraskan. Peran ini membebaskan potensi manusia tanpa memerlukan motivasi eksternal. Memberdayakan akan menghasilkan kewibawaan moral budaya.

dream patcher

so it told that when dream come true

then the sadness be blown away

when the path is clear and the dream patch

suddenly happiness answer the pray

so it told that when dream come true

your hope be bloom and will never dry

then let’s keep it way and the dream patched

cause it’s the only need so you’ll always sway

so it told that when dream come true, then let the dream

then let it be patched